Apa itu pengertian Lingkungan ?

Kuliah ini disampaikan oleh Bapak Sukirman.

Pada kuliah tentang Ilmu Lingkungan ini akan dibahas tentang apa itu arti Ilmu Lingkungan, Sumber Persoalan yang terdapat pada lingkungan, Istilah-istilah yang terkait dengan Ilmu Lingkungan, dan Macam-macam Pendekatan yang ada pada Ilmu Lingkungan.

Untuk pembahasan yang pertama kita akan menelaah tentang pengertian dari Ilmu Lingkungan. Kita sering berbicara tentang global warming, tentang pembuangan sampah yang tak pernah bisa diolah dengan baik sehingga tidak menghasilkan atau membuat lingkungan kita tercemar. Secara tidak sadar, hal itu sudah membicarakan tentang lingkungan yang kita tinggali. Tapi apakah kalian tahu apa itu sebenarnya lingkungan? Kalau kalian belum tahu, maka saya akan menjelaskannya secara jelas dan detail.

  • Pengertian Ilmu Lingkungan dapat kite bagi menjadi 3 macam yaitu :

1.      Lingkungan sebagai Ilmu Dasar

Pada sudut pandang yang pertama ini, suatu lingkungan akan memiliki suatu objek, gejala, persoalan dan metodelogi (sebagai cirri keilmuan) yang jelas. Objek disini yaitu lingkungan sebagai suatu system yang pasti yang dianalogikan sebagai suatu organisasi (interaksi antar komponen), adanya input dan output dari lingkungan, tentang bagaimana sebuah proses yang terjadi pada lingkungan, mekanisme kontrol, dan pertahanan keseimbangan yang dinamis antara manusia dengan lingkungan. Semua hal itu ditujukan kepada keseluruhan system atau bagian-perbagian (subsistem atau komponen-komponennya).

Hubungan yang terjadi antara Bio-fisik dengan Sos-bud dapat kita contohkan dengan CANGKUL. Berhubung dosen saya adalah orang Pati maka akan dibandingkan bagaimana bentuk dari cangkul Pati dan Jogja. Cangkul Pati biasanya memiliki leher yang pendek sedang cangkul Jogja biasanya panjang. Hal ini terjadi karena Bio-fisik lingkungan yang ada sangatlah berbeda. Pati yang memiliki tekstur tanah yang lembek (lumpur) jadi apabila para petani mencangkul tidak perlu dengan cangkul leher panjang karena biasanya para petani ketika mencangkul sawah, mereka akan tenggelam sedalam lutut mereka sehingga mereka merasa lebih pendek ke tanah dan cukup membutuhkan cangkul dengan leher pendek. Berbeda dengan tanah di Jogja yang sangatlah keras. Mereka (para petani) harus menggunakan cangkul yang dengan leher panjang karena ketika mereka mencangkul, mereka tidak akan tenggelam dan akan merasa tinggi sehingga mereka membutuhkan cangkul yang panjang.

Hubungan yang terjadi antara Bio-fisik dengan Sos-bud. Contoh dari hubungan ini ialah tentang iklim yang berubah-ubah dan terkadang tak tentu. Hal ini terjadi karena ulah mnusia sendiri sehingga menimbulkan adanya hujan yang tak tentu, hujan hanya sekali namun sangatlah deras dan menibmulkan dampak banjir, dll.

Sehingga dapat kita simpulkan bahwa, Ilmu lingkungan ialah suatu ilmu yang membahas tentang bagaimana suatu objek, gejala, persoalan, dan metodelogi dapat berinteraksi antar komponen sehingga dapat menciptakan keseimbangan yang dinamis antara manusia dengan lingkungan.

2.      Lingkungan sebagai Ilmu Terapan

Dalam sudut pandang ini membicarakan tentang utilisinya, yaitu sebagai ilmu yang mempelajari dan menerapkan mengaplikasikannya) konsep-konsep lingkungan untuk kepentingan hidup manusia.

Contoh dari pengertian ini ialah tentang ekosistem hutan  perkebunan yang berperan sebagai system lingkungan atau komponen lingkungan yang digunakan sebagai sumberdaya bagi kehidupan manusia. Pengkajian ekosistem hutan perkebunan ini meliputi antara lain :

a.      Interaksi antar komponen hutan

b.      Input-output

c.       Proses

d.      Regulasi

3.      Lingkungan sebagai Teknologi

Pada sudut pandang ini membicarakan tentang teknologi yaitu alat-alat atau cara yang segera dapat digunakan secara langsung, dapat digunakan untuk melaksanakan penerapan konsep-konsep lingkungan.

Contohnya ialah pengembangan alat atau cara untuk mengelola ekosistem hutan perkebunan agar dapat tetap eksis sebagai bagian dari system lingkungan secara keseluruhan untuk mendukung kehidupan manusia (sebagai sumbernya). Misalnya alat atau cara untuk menanami hutan, pemeliharaan, pemanenan, dsb.

  • Sumber persoalan

Sumber persoalan ialah dasar terciptanya suatu masalah yang terjadi di lingkungan. Diantaranya adalah

1.      Persoalan lingkungan baru ditangkap oleh manusia manakala kepentingan hidupnya dalam lingkungan yang bersangkutan mengalami tekanan dan ketidakseimbangan.

2.      Ketidakseimbangan lingkungan bersumber pada aktivitas kehidupan manusia.

3.      Aktifitas kehidupan ditentukan oleh langgam hidupnya.

4.      Langgam hidup manusia berkaitan dengan cara yang digunakan manusia dalam memanfaatkan sumberdaya lingkungan dan sikapnya terhadap limbah (entropi) yang dihasilkan.

5.      Langgam hidup manusia tidak selalu sejalan dengan tingkat pendidikan, budaya, kebangsaan, atau  karakteristis social ekonominya, namun factor-faktor tersebut dapat mempengaruhi perubahan langgam hidupnya.

6.      Melalui program yang intensif dalam pendidikan, nilai kemanusiaan, nilai social, pengembangan budaya, pergaulan antar bangsa, dan orientasi kehidupan bagi generasi penerusnya, dapat merubah langgam hidup manusia.

7.      Dominasi orientasi ekonomi dan teknologi dalam kehidupan manusia dapat menentukan langgam hidup yang akan menjadi persoalan lingkungan.

  • Wawasan keilmuan

1.      Pengetahuan : ialah informasi yang dapat dikonsumsi dan dikembangkan, sangat dinamis, dan bermanfaat.

2.      Disiplin ilmu : ialah bagian tubuh ilmu yang dapat diajarkan dengan latar belakang konsep, prosedur dan metodelogi yang khas yang bersifat dinamis sesuai dengan ruang dan waktu.

3.      Ilmu : ialah memasyarakatkan =>

–          Obyek dan persoalan yang jelas.

–          Ada prosedur dan metode ilmiah yang digunakan (dinamis menurut ruang dan waktu).

–          Ada struktur konsep atau sistematika konsep (dinamis menurut ruang dan waktu).

–          Ada kecenderungan untuk berkembang.

–          Ada manfaatnya.

  • Lingkungan sebagai ilmu. Ciri-cirinya ialah

1.      Obyek

Lingkungan sebagai suatu system.

Ciri-ciri system

a.       Organisasi/kesatuan komponen, bagian atau kejadian yang satu dengan yang lain saling berhubungan membentuk satu satuan kerja. Hal ini sebagaia akibatnya, perubahan yang terjadi pada satu atau beberapa komponenakan menimbulkan reaksi pada system tersebut, yang terefleksikan dalam bentuk perubahan-perubahan yang terjadi pada komponen lainnya.

b.      Bersifat terbuka. Membutuhkan materi atau energy sebagai input, menghasilkan keluaran sebagai output.

c.       Mampu melaksanakan proses. Yaitu tentang perubahan input menjadi output.

d.      Mampu melaksanakan mekanisme control. Untuk tujuan regulasi diri denganh cara menggunakan output sebagai umpan balik (feed back) sehingga dicapai kondisi yang ideal (set point).

e.       Mampu mempertahankan diri pada kondisi keseimbangan yang dinamis. Keseimbangan yang bergerak pada derah kisaran ambang batas atas dan ambang batas bawah.

2.      cirinya meliputi :

a. gejala

Gejala yang terkandung dalam system, maupun komponen system yang bila komponen lingkungan adalah juga system yang lebih kecil atau subsistem (dapat dilihat pada ciri-ciri system)

b. persoalan

Apabila terdapat perubahan gejala pada sistem atau subsistem (komponen sistem lingkungan) yang tidak seperti semestinya atau yang diharapkan (sesuai dengan konsepsi manusia saat itu).

Persoalan lingkungan baru ditangkap oleh manusia manakala kepentingan hidupnya dalam lingkungan yang bersangkutan mengalami tekanan dan ketidak seimbangan.

3.      Metodelogi

Berupa metode ilmiah yang empirik.

4.      Struktur keilmuan

a.      Multi disipliner

Persoalan lingkungan dikaji dari berbagai bidang keilmuan. Maing-masing ilmu, mencoba untuk melihat dan menyelesaikan persoalan tersebut berdasar karakteristik ilmu masing-masing.

b.      Inter disipliner

Persoalan lingkungan dikaji secara utuh dengan melibatkan berbagai ilmu, masing-masing ilmu memberi sumbangan bersama untuk penyelesaian persoalan secara tuntas. Pada pendekatan ini dapat dilakukan secara parsial atupun menyeluruh sekaligus tergantung dari target yang ingin dicapai.

c.       Trans disipliner

Persoalan lingkungan dikaji secara utuh dengan berbagai ilmu yang telah luluh menjadi satu terintegrasi.

  • Orientasi manusia

a.       Antroposentrik : orientasi manusia terhadap persoalan lingkungan didasarkan pada kepentingan manusia itu sendiri secara langsung.

b.      Altruistik : orientasi manusia terhadap persoalan lingkungan didasarkan pada kepentingan manusia juga, namun secara tidak langsung. Lingkungan memang untuk mendu- kung kepentingan hidup manusia, tetapi dukungan itu hanya dapat diberikan oleh lingkungan bila lingkungan tetap dapat menjalankan prosesnya sebagai suatu sistem alam. Manusia tidak hanya memanfaatkan lingkungan untuk kepentingan hidupnya, tetapi manusia harus mengelola lingkungan agar mekanisme alam tetap dapat terjadi dalam lingkungan. Sehingga lingkungan dapat tetap mendukung kebutuhan hidup manusia secara berkelanjutan.

  • Pendekatan keilmuan

Dalam menerapkan konsep-konsep lingkungan dalam kehidupan manusia secara langsung (dalam pembangunan) perlu adanya pendekatan-pendekatan pokok, sebagai patokan atau panduan:

Misalnya : Pendekatan masalah lingkungan dari sudut :

a.       Kependudukan : menggalakkan partisipasi penduduk, pemberdayaan dan swadaya penduduk dengan memperhatikan tradisi dan pandangan hidup masyarakat.

b.      Sektoral : seperti pertanian, perikanan, perindustrian, kehutanan, kesehatan, ekonomi, dll.

c.       Media lingkungan (substrat): tanah, air, (sungai, danau, laut), udara, ruang, dan energi.

d.      Unsur-unsur penunjang. Seperti: pendidikan, pengembangan ilmu dan teknologi, pembinaan hukum, dan berbagai kebijakan pembangunan lingkungan hidup.

Dengan adanya pendekatan tsb dlm penerapan konsep ternyata berpengaruh juga terhadap arah perkembangan ilmu lingkungan itu sendiri

Karena Pengaruh pendekatan Kependudukan, maka berkembanglah al: Kependudukan dan Lingkungan, Sosiologi Lingkungan, Psikologi Lingkungan, Politik Lingkungan, dsb

Karena Pengaruh pendekatan Sektoral, maka berembanglah al: Ekologi Budaya, Kesehatan Lingkungan, Eko-Toksikologi, Eko-Tourisme, Ekologi Pembangunan, teknik Lingkungan, Biologi Lingkungan, dsb, yang terkesan seperti musiman.

Karena Pengaruh pendekatan Media (substrat) Lingkungan, maka berkembanglah al: Ekologi Pesisir, Ekologi bahan Basah, ekologi Kelautan, ekologi hutan, dsb.

Karena Pengaruh pendekatan Unsur penunjang, maka berkembanglah al: Hukum Lingkungan, Pendidikan Lingkungan, Managemn Lingkungan, Teknologi Lingkungan, dsb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: