Tahajud

Tinggalkan komentar

 Dalam kitab Al-Madkhal, Ibnu Haaj, disebutkan bahwa :

“Sholat tahajud dapat menyinari hati,

Sehingga wajah selalu terlihat cerah,

Dan dapat menghilangkan rasa malas,

Serta menumbuhkan kemauan keras”.

Inilah yang akan membangkitkan kita.

Rasa keragu-raguan akan terkubur menjadi sikap penuh keyakinan.

rasa malas akan tenggelam menjadi jiwa penuh semangat.

Dan rasa seperti asa akan hancur menjadi kemauan keras.

Dan rasa putus asa akan hancur menjadi kemauan keras dan pantang menyerah yang luar biasa.

 

@ganiedemarz

Arti Menangis di Sepertiga Malam

Tinggalkan komentar

Menangis?? Boleh kah??

 Menangis itu tak selalu tanda rapuh

Tapi bukanlah setelah menangis kita akan mendapatkan kekuatan yang baru

Menangis itu perlu bahkan harus

Karena mata tak sanggup terus keering

Dengan menangis ada kegelisahan yang terlampiaskan

Bahkan tahukah engkau ketika kita menangis disepertiga malam dalam sholat

Curhat atas kerapuhan diri hanya kepadaNya

Ada dosa-dosa yang berguguran

Ada nikmat yang tak terbayangkan

Bahkan ada kekuatan agung yang terus menyertai kita

Agar tetap tegar menjalani hidup

 

@ganidemarz

Kritik Kelas Internasional

1 Komentar

Kalian tentu pernah dengar kan tentang kelas internasional? Sebenarnya sampai sekarang saya belum menemukan pengertian yang mudah dicerna tentang permasalahan ini. Dalam hal ini dibicarakan bagaimana sebuah kelas internasional itu tercipta pada universitas. Biasanya universitas membuat kelas internasional itu demi mendapat gelar WCU (World Class University) padahal hanya asal membuat saja tanpa melihat kualitas.

Selanjutnya, bagi pelajar yang sudah diterima di kelas internasional tersebut, mereka akan dibekali dengan beberapa fasilitas istimewa agar terlihat lebih internasional dari yang lain. Dikelas yang saya hinggapi terdapat LCD, Komputer, AC (double) tapi yang terpenting ialah kualitas pembelajarannya yang tak jauh beda dengan kelas reguler. inilah yang harus dibenahi dalam kelas internasional. Ketika seseorang ingin membangun gedung, maka pikirkanlah bagaimana bahan yang digunakan, bagaimana alat yang akan digunakan mengolah bahan tersebut, sehingga nantinya diharapkan akan menghasilkan suatu bangunan yang bernilai tinggi dan bermanfaat bagi semua orang.

Tetapi yang paling terpenting adalah bagaimana kita (mahasiswa kelas internasional) bisa menempatkan diri untuk tidak terus menuntut hak saja tetapi juga harus bisa memenuhi kewajiban kita untuk terus belajar dan belajar demi memajukan pendidikan bangsa ini.

salam

@ganiedemarz

Keajaiban Semut

Tinggalkan komentar

Apa yang terbesit di benak kalian dengan gambar yang satu ini?? kecil tapi menghasilkan sesuatu yang besar. Semut ialah binatang kecil yang hidupnya berkoloni. Diantara koloni-koloninya dipisahkan oleh derajat yang diantara perbedaan itu tidak ada kesenjangan. Semut yang bertugas mencari makan untuk ratunya, rela berkorban terkena panas terik dan air hujan untuk memenuhi tugasnya. Mereka tak pernah merasa iri ketika melihat semut lain yang tugasnya lebih ringan sedang santai disarangnya. Semut memiliki rasa dedikasi yang tinggi terhadap tugas yang telah diamanahkan kepada dirinya. Semut juga memiliki kekuatan yang begitu besar, seperti yang telah saya teliti bahwa semut dapat membawa beban (makanan) seberat 2 kali berat badannya dan bahkan bisa melebihi itu. Sungguh luar biasa semut.

Analoginya untuk kita ialah, jadilah seperti semut yang dengan penuh dedikasi mengabdi pada tugas yang telah diamanahkan. Kita harus bertanggungjawab dengan apa yang telah kita perbuat. “Small is Beautiful”.

@ganiedemarz

The Stars

Tinggalkan komentar

View more PowerPoint
Flash diatas menggambarkan tentang bintang yang terdapat di alam semesta kita sekarang ini. untuk lebih jelasnya monggo disimak… :D

The Stars

Tinggalkan komentar

Distance
● How far is the stars? How far is the celestial bodies? How big is our universe?
● In astronomy, distance is not always stated in meter
● Commonly used distance units:
– Astronomical Units (AU)
– Light Years
– Parsec

● Light years tells the distance of a celestial object
● However, it also tells the time needed to reach the object
● The speed of light is 3 x 108 m/s
● Hence, from Earth to the Moon, light needs 1 sec
● From Earth to the Sun: 8 minutes
● to the nearest visible stars (α-Centauri): 4 years
● The distance to α-Centauri is 4 years
● So, now you see the α-Centauri 4 years ago
● What’s the state of α-Cen right now… ? Wait until 4 years
● When you see the stars, you see the past…

Parallax
● The method of parallax is used in measuring the distance of the nearby stars
● Nearby stars appear to shift back and forth relative to more distant stars as Earth revolves around the Sun (called stellar parallax)
● Stellar parallaxes are very small, measured in second of arc ( 1” = 1/3600º )
● 1 parsec (pc) = the distance to a star whose parallax is 1 second of arc (1”)
● 1 pc = 3.26 light-years

Gambar paralax

p = parallax
d = Star’s distance to the Sun

Star’s distance (parsec)=

● The measured parallax of α-Centauri is 0.74”, so  -Cen’s distance= 1 / 0.74′ ‘ =1.35 pc=4.4 ly

● The measured parallax of Sirius is 0.38”, what is its distance in light-year?
● Canopus has the parallax of 0.01”, what is its distance?
● Proxima Centauri (the closest star to the Sun) has the parallax of 0.77”, what is its distance?

● Proxima Centauri is the closest star to the Sun, but it cannot be seen since it is very dim
● Sirius is the brightest star in the Sky, but its distance is farther than Proxima’s
● The brightness of a star cannot be used in determining its distance
● The brightness of a star may related to its size

Measuring Star’s Brightness
● Apparent magnitude (m) is a measure of how bright a star appears
● Hipparcus (Ancient Greek Astronomer) classified the stars in 6 classes based on their brightness (1 for the brightest stars and 6 for the dimmest stars that can be seen)
● Modern magnitude scale defines that a firstmagnitude star is exactly 100 times brighter than a sixth-magnitude

Magnitude differences between stars measure the relative brightness of the stars
● It can be calculated from Pogson’s scale: m = magnitude ; I = brightness
● Brightest stars are not always associated with bigger stars, it can be related to their close distance
● It can be calculated from Pogson’s scale:


mA, mB = magnitudo

Ia/Ib = intensity

● Apparent magnitude cannot tell the truebrightness of stars
● If we can line up all stars at the same distance from Earth, we can see how they differ in true brightness
● Absolute magnitude (M) is the apparent magnitude of stars if it were located at 10 pc from Earth
● It can be calculated from the distance modulus (the difference between apparent and absolute magnitude)

m−M =5 log (distance in parsec / 10 )

Star Magnitude
Sun                           -26,80
Sirius                       -1,46
Canopus                  -0,72
Alpha Centauri     -0,27
Arcturus                 -0,04
Vega                          0,03
Capella                     0,04
Rigel                          0,12
Procyon                    0,35
Achernar                 0,46
0,66
Betelgeuse                0,70
Altair                         0,77
Aldebaran                0,85
Acrux                        0,87
Antares                     0,92
Spica                          1,00

Semakin besar nilai magnitudo suatu bintang, maka semakin redup tingkat keterangan bintang tersebut.

*bagi yang mau unduh tulisan diatas dalam bentuk pdf, bisa di klik pada astroipa8

Plant organ, monocots and dicots tissues

Tinggalkan komentar

Plant organ, monocots and dicots tissues

A.    Aim

  • Plant organ :
  1. To see the parts of the plant ferns, legumes and Casuarina excelsa sp.
  2. To observe the similarities and differences.
  • Monocots and dicots :
  1. To see what kind of tissues in the root, steam and leaves of monocots and dicots
  2. To observe the similarities and differences between them.

B.     Background

Di alam ini terdapat organisme-organisme penyusun populasi. Organisme-organisme tersebut dapat berupa hewan dan tumbuhan. Setiap hewan dan tumbuhan memiliki spesifikasi yang berbeda-beda baik secara anatomi maupun morfologi. Spesifikasi yang lebih kami dalami adalah bagian morfologi tumbuhan.Tumbuhan memiliki karakteristik dalam struktur dan fungsi khusus untuk menunjang kehidupannya. Pola struktur jaringan tumbuhan bervariasi dalam setiap jenis tumbuhan yang tergantung pada tahap pertumbuhan dan perkembangan dari tumbuhan itu sendiri. Umumnya, tumbuhan berbiji memiliki struktur dasar organ yang sama, yaitu terdiri atas: akar, batang, dan daun. Namun, ketiga struktur organ tersebut memiliki variasi dalam hal ukuran, bentuk, dan fungsi pada setiap jenis tumbuhan.

Selain itu tumbuhan yang tumbuh di sekeliling kita ini ada banyak, dari yang berukuran kecil sampai yang melebihi besar tubuh kita. Apabila kita mengamati tumbuhan organisme yang cukup besar, kita akan melihat bagian-bagian utama penyusun tubuh tumbuhan seperti akar, batang, daun, dan bunganya. Tanpa alat bantu, hanya menggunakan mata kita dapat melihat bagian-bagian tersebut dengan mudah dan jelas. Jika diperhatikan lebih detail, pada bagian luar tampak adanya kulit, di sebelah dalamnya ada kayu yang keras dan mengandung serat-serat yang kuat. Namun bila kita ingin mengamati struktur tumbuhan yang lebih kompleks, kita akan mendapatkan bagian-bagan yang semakin kecil. Hingga suatu ketika akan diperoleh satuan terkecil dari makhluk hidup yang disebut sel. Seperti halnya tubuh tumbuhan, tubuh hewan pun terdiri atas sel yang tersusun berdasarkan struktur dan fungsinya masing-masing. Kumpulan dari sel yang berhubungan erat satu sama lain dan mempunyai struktur serta fungsi yang sama inilah yang disebut jaringan. Oleh karena itu, pada pengamatan yang bertema “Plant Organ dan Monocotyl and Dicotyl Tissues” ini akan dicari tahu apakah persamaan dan perbedaan antara morfologi dan jaringan diantara tumbuhan monocotyl dan dicotyl.

C.    Basic theory

  • Sporophyta (Tumbuhan berspora)

Spora adalah satu atau beberapa sel (bisa haploid ataupun diploid) yang terbungkus oleh lapisan pelindung. Sel ini dorman dan hanya tumbuh pada lingkungan yang memenuhi persyaratan tertentu, yang khas bagi setiap spesies. Fungsi spora sebagai alat persebaran (dispersi) mirip dengan biji, meskipun berbeda jika ditinjau dari segi anatomi dan evolusi. Tumbuhan yang berkembang biak dengan spora antara lain paku, jamur, ganggang dan suplir. Spora terdapat pada daun tumbuhan bagian belakang, berbentuk serbuk dan disimpan di dalam kotak spora yang disebut sporangium. Tumbuhan berbiji dipandang dari sudut pandang evolusi juga menghasilkan spora. Suplir adalah sebutan awam bagi segolongan tumbuhan yang termasuk dalam genus Adiantum, famili Adiantaceae. Sebagai tumbuhan paku-pakuan, suplir tidak menghasilkan bunga dalam daur hidupnya. Perbanyakan generatif suplir dilakukan dengan spora yang terletak pada sisi bawah daun bagian tepi tanaman yang sudah dewasa.

Suplir memiliki penampilan yang jelas berbeda dari jenis paku-pakuan lain. Daunnya tidak berbentuk memanjang, tetapi cenderung membulat. Sorus merupakan kluster-kluster di sisi bawah daun pada bagian tepi. Spora terlindungi oleh sporangium yang dilindungi oleh indusium. Tangkai entalnya khas, berwarna hitam mengkilap, kadang-kadang bersisik halus ketika dewasa. Sebagaimana paku-pakuan lain, daun tumbuh dari rizoma dalam bentuk melingkar ke dalam (bahasa Jawa mlungker) seperti tangkai biola (disebut circinate vernation) dan perlahan-lahan membuka. Akarnya serabut dan tumbuh dari rizoma.

Tanaman ini tidak memliliki nilai ekonomi penting. Fungsinya yang utama adalah sebagai tanaman hias yang bisa ditanam di dalam ruang atau di luar ruang. Suplir sangat suka tanah yang gembur, kaya bahan organik (humus). Pemupukan dengan kadar nitrogen lebih tinggi disukainya. Pembentukan spora memerlukan tambahan fosfor dan kalium.

  • Spermatophyta (tumbuhan biji)

Merupakan golongan tumbuhan dengan tingkat perkembangan filogenetik tertinggi, yang sebagai ciri kasnya ialah adanya suatu organyang berupa biji (dalam bahasa Yunani Sperma). Biji berasal dari bakal biji, yang dapat disamakan dengan makrosporangium. Didalamnya dihasilkan makrospora yang tidak pernah meninggalkan tempatnya, dan ditempat itu selanjutnya berkembang menjadi makroprotalium dengan arkegonium serta sel telurnya. Setelah terjadi pembuahan, zigot yang terbentuk berkembang menjadi embrio yang sementara tetap ditempat itu pula. Sementara itu bakal biji yang kemudian mengandung embrio itu berkembang menjadi alat reproduksi yang disebut biji. Jadi dari segi ontogeninya, biji adalah suatu alat reproduksi generatif atau seksual, karena terjadinya didahului oleh peristiwa seksual, yaitu peleburan sel telur dengan sel kelamin jantan. Namun dalam lingkungan tumbuhan biji dapat dijumpai perkecualian-perkecualian dalam hubungan dengan pembentukan embrio dalam biji, dalam arti bahwa embrio tidak selalu merupakan hasil perstiwa seksual. Pembentukan embrio melalui peleburan sel-sel kelamin dikenal dengan istilah amfimiksis sedang terjadinya embrio tanpa melalui perisiwa perkawinan disebut apomiksis.

Bersama-sama dengan tumbuhan paku, tumbuhan biji telah merupakan tumbuhan kormus sejati. Tubuh jelas dapat dibedakan dalam tiga bagian pokoknya yaitu, akar, batang dan daun. Selain itu tubuh tumbuhan biji mempunyai bagian-bagian lain yang merupakan metamorfosis bagian-bagian pokok, ditambah dengan berbagai macam organ-organ tambahan. Dari bagia-bagian tubuh tumbuhan biji, sporofitalah  yang telah mengalami perkembangan sedemikian rupa, sehingga sifatnya sebagai daun hampir hilang sama sekali. Sporofil-sporofil itu telah terangkai dalam berbagai bentuk kumpulan sporofil, yang mencapai puncaknya dalam bentuk organ  yang disebut dengan bunga. Itulah sebabnya golongan tumbuhan biji ini disebut pula anthophyta  atau tumbuhan bunga (dalam bahasa Yunani, Anthos = bunga, phyton=tumbuhan). Peristiwa seksual pada tumbuhan, pertama-tam dikenal pada tumbuhan ini sehingga melahirkan anggapan bahwa pada golongan ini peristiwa perkawinannya tampak jelas, walaupun sesungguhnya yang tampak dari luar pada tumbuhan ini bukan perkawinan dalam arti peleburan sel-sel kelaminnya (pembuahan atau fertilisasi), melainkan jatunya mikrospora (serbuk sari) pada bakal biji atau kepala putik yang dikenal dengan istilah penyerbukan, persarian, atau polinasi. Pada peristiwa seksual, mikospora (serbuk sari) selalu tumbuh menjadi badan yang berbentuk buluh untuk dapat mengantar gamet-gamet ketempat tujuannya, yaitu untuk menemukan sel telur. Peristiwa inilah yang menyebablkan golongan tumbhan biji juga disebut embriophyta siphonogama, yang berarti tumbuhan yang mempunyai embrio dan perkawinan terjadi melalui pembentukan suatu buluh, dalam hal ini ialah buluh serbuk sari (mikroprotalium).

Ciri lain yang bersifat khas untuk golongan tumbuhan biji ialah bahwa embrionya bersiat bipolar atau dwipolar. Tidak hanya kutub batang yang tumbuh dan bekembang membentuk batang, cabang-cabang, dan daun, tetapi kutb akarnya pun tumbuh dan berkembang membentuk sistem perakarannya. Dalam daur kehidupannya tmbuhan biji memperlihatkan adanya pergiliran keturunan secara beraturan dan dari sudut ini tumbuhan biji bersifat seperti tumbuhan paku yang heterospor, akan tetapi bagi organ-organ yang homolog digunakan istilah-istilah yang berbeda. Pada tumbuhan biji gametofit telah amat tereduksi dan tumbuh serta berkembang pada sprofitnya.

Divisi tumbuhan biji secara klasik dibedakan dalam dua anak divisi yaitu tumbuhan biji terbuka atau gymnospermae dan tumbuhan biji tertutup atau angiospermae.

Pembeda Tumbuhan biji terbuka Tumbuhan biji tertutup
Habitus Semak, perdu atau pohon Terna, semak perdu, pohon
Akar Sistem akar tunggalng Sistem akar serabut dan akar tunggang
Batang Tegak lurus, bercabang-cabang Bermacam-macam, bercabang-cabang atau tidak.
Daun Jarang berdaun lebar, jarang bersifat majemuk, sistem pertulangan tidak banyak ragamnya. Kebanyakan berdaun lebar, tunggal atau majemuk dengan komposisi yang beranekaragam, beranekaragam sistem pertulangan.
Bunga Bunga sesungguhnya belum ada, sporofil terpisahpisah atau membentuk strobilus jantan dan strobilus betina, makrosporofil atau daun buah dengan bakal biji atau makrosprangium yang tampak menempel padanya, makro dan mikrosporofil terpisah Bunga ada, tersusun dari sporofil plus bagian-bagian yang lain, makrosporofil atau daun buah membentuk badan yang disebut putik dengan bakal biji didalamnya (tidak tampak), makrosporofil dan mikrosporofil (benang sari) terpisah atau terkumpul dalam satu bunga
Penyerbukan Hampir selalu dengan cara anemogami, serbuk sari jatuh pada tetes penyerbukan langsung pada bakal biji, jarak waktu antara penyerbukan sampai pembuahan relatif panjang Bermacam-macam (autogami, anemogami, hidrogami, zoidiogami, dll), serbuk sari jatuh pada kepala putik, jarak waktu antara penyerbukan sampai pembuahan relatif lebih pendek.
Sel kelamin jantan Sel kelamin jantan berupa spermatozoit yang masih bergerak aktif Sel kelamin jantan berupa inti sperma (inti generati yang tidak bergerak aktif)
Anatomi Akar dan batang berkambium, selalu mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, berkas pembuluh pengangkutan kolateral terbuka, xylem terdiri atas trakeida, floem tanpa sel-sel pengiring Ada yang berkambium ada yang tidak, ada yang menebal sekunder ada yang tidak, berkas pembuluh pengangkutan ada yang kolateral terbuka ada yang kolateral tertutup dan ada yang bikolateral, xylem terdiri atas trakea dan trakeida, floem dengan sel-sel pengiring.
  • Gymnospermae

Tumbuhan yang termasuk golongan ini melulu terdiri atas tumbuh-tumbuhan yang berkayu dengan bermacam-macam habitus. Bagian kayunya berasal dari berkas-berkas pembuluh pengangkutan kolateral terbuka yang pada penampang melintang batang tersusun dalam suatu lingkaran, dan karena adanya kambium memperlihatkan pertumbuhan menebal sekunder. Dalam bagian xilem tidak terdapat pembuluh-pembuluh kayu melainkan hanya trakeida saja dan di dalam bagian floem tidak terdapat sel-sel pengiring. Selain itu umumnya dalam batang tumbuhan biji terbuka tidak terdapat floeoterma. Daun mempunyai bentuk yang bermacam-macam, kaku dan selalu hijau dengan di dalamnya berkas-berkas pengangkutan yang tidak bercabang atau bercabang menggarpu. Bunga menurut pengertian sehari-hari belum ada, kadang-kadang makrosporofil dan mikrosporofil masih terkumpul dalam jumlah yang tidak terbatas pada suatu sumbu yang panjang. Hiasan bunga tidak ada atau tereduksi. Makrosporofil untuk sebagian masih mempunyai kantong sari yang besar dan banyak dan membuka dengan suatu pertolongan eksotesiumnya yaitu epidermis yang dapat bekerja sebagai mekanisme kohesi. Bakal biji yang hanya mempunyai satu integumen terbuka terbungkus dalam daun buah yang telah menjadi satu merupakan putik. Karena terbuka, jadi juga tidak terdapat kepala putik. Gametofit telah mengalami reduksi tetapi belum begitu jauh seperti pada angiospermae. Pembentukan gametofit jantan terjadi dalam bakal biji dalam satu-satunya makrospora yang masih tinggal karena dari empat makrospora yang terjadi pada pembelahan tetrade dari suatu sel nuselus yang tiga mati dan tinggal satu saja yang merupakan kandung lembaga.Meskipun seluruhnya dilingkupi jaringan nuselus masih juga dapat dibedakan adanya membran ekso- dan endosporium. Makrospora ini tetap dalam nuselus mengadakan pembelahan inti yang bebas dan dengan terbentuknya dinding-dinding pemisah terjadilah sebuah makroprotalium yang bersel banyak. Makroprotalium ini pada bagian yang menghadap mikropil membentuk sejumlah arkegonium yang tidak tetap yang terdiri atas suatu sel telur yang besar, sejumlah sel-sel dinding leher dan kadang-kadang juga sel saluran perut yang dapat lenyap. Pembentukan gametofit betina berlangsung sebagai berikut. Dalam serbuk sari atau mikrospora mula-mula dipisahkan satu, dua, kadang-kadang beberapa sel yang menempel pada salah satu dindingnya. Sel-sel ini dianggap sebagai sel-sel protalium betina yang segera akan mati. Sel yang masih ketinggalan lalu membagi diri. Yang satu kecil terdapat dibagian atas dekat dengan sel-sel protalium yang telah mati tadi dan dinamakan sel generatif atau sel anteridium, yang satunya lagi besar dan menyelubungi sel generatif. Sel ini disebut sel vegetatif. Sel generatif barang kali dapat disamakan dengan anteridium. Jadi gametofit jantan disini terdiri atas beberapa sel protalium termasuk juga sel vegetatif dan suatu anteridium.

  • Angiospermae

Pada tumbuhan biji tertutup bakal bijinya selalu diselubungi oleh suatu badan yang berasal dari daun daun buah yang dinamakan bakal buah yang kemudian kadang-kadang beserta bagian lain dari bunga akan tumbuh menjadi buah dan bakal biji yang telah menjadi biji terdapat di dalamnya. Karena tempat bakal biji yang tersembunyi itu serbuk sari tidak dapat secara langsung sampai pada bakal biji melainkan mula-mula jatuh di luar bakal buah pada suatu alat atau organ yang disebut kepala putik yang biasanya dengan bakal buah bersambungan dengan tangkai kepala putik. Bakal buah, tangkai kepala putik dan kepala putik merupakan suatu alat yang dinamakan putik. Serbuk sari yang jatuh pada kepala putik lalu tumbuh merupakan buluh serbuk yang terus menuju ke bakal biji dan berguna sebagi perantara untuk menyampaikan sel-sel kelamin betina kepada sel kelamin jantan. Dalam buluh serbuk sari tak terdapat sel-sel protalium dan sel-sel kelamin jantan tidak lagi berupa spermatozoid. Dalam bakal biji dari makrospor yang berupa kandung lembaga tidak terbentuk makroprotalium yang bersel banyak dan tiadak ada pula arkegonium. Gametofit betna hanya berupa beberapa sel saja dan satu diantaranya ialah sel telurnya. Angiospermae selain terdiri dari tumbuhan berkayu juga terdiri atas tumbuhan yang berbatang basah. Diferensiasi yang lebih lanjut tampat dari adanya trakea (buluh-buluh kayu) dalam xilem dan sel-sel pengiring dalam floem. Daun-daunnya bertulang menyirip atau menjari pada dicotyledoneae (tumbuhan biji belah) dan bertulang sejajar atau melengkung pada monocotyledoneae (tumbuhan biji tunggal). Bunga  bermacam-macam bentuk dan susunannya. Pada bunga selalu terdapat bagian-bagian bunga  yang terusun berkarang dan hiasan bunganya biasanya dapat dibedakan dalam kelopak dan mahkota atau tajuk bunga. Selanjutnya bungan itu kebanyakan bungan banci (hermaproditus) jadi padanya terdapat alat-alat kelamin jantan maupun betina. Sifat-sifat bunga seperti itu dapat dianggap sebagai tipe standar bunga tumbuhan yang tergolong dalam angiospermae.

  • Dikotil

Tumbuh-tumbuhan yang tergolong dalam kelas ini meliputi terna, semak-semak, perdu maupun pohon-pohon. Mempunyai ciri-ciri morfologi :

  1. Seperti namanya telah menyebutkan tumbuh-tumbuhan ini mempunyai lembaga dengan dua daun lembaga (berbiji belah) dan akar serta pucuk lembaga yang tidak mempunyai pelindung yang khusus.
  2. Akar lembaga tumbuh terus menjadi akar poko (akar tunggang) yang bercabang-cabang dan membentuk sistem akar tunggang.
  3. Batang berbentuk kerucut panjang, biasanya bercanbang-cabang dengan ruas-ruas dan buku-buku yang tidak jelas.
  4. Duduk daun biasanya tersebar atau berkarang, kadang-kadang berseling.
  5. Daun tunggal atau majemuk, seringkali disertai oleh- daun-daun penumpu, jarang mempunyai pelepah, helaian daun bertulang menyirip atau menjari.
  6. Pada cabang-cabang keasmping seringkali terdapat dua daun pertama yang letaknya tegak lurus pada bidang median di kanan kiri cabang tersebut.
  7. Bunga bersifat di, tetra, atau pentamer.

Ciri-ciri anatomi :

  1. Baik akar maupun batang mempunyai kambium, hingga akar maupun batangnya memperlihatkan pertumbuhan menebal sekunder.
  2. Pada akar sifat radial berkas pengangkutnya hanya nyata pada akar yang belum mengadakan pertumbuhan menebal.
  3. Pada batang berkas pengangkutan tersusun dalam lingkaran dengan xilem di sebelah dalam dan floem di sebelah luar, di antaranya ada kambium, jadi berkas pengangkutannya bersifat kolateral terbuka, kadang-kadang bikolateral.
  • Monokotil

Kelas Monocotyledoneae membawahi sejumlah bangsa dan suku tumbuhan yang warganya dianggap mempunyai tingkat perkembangan filogenetik yang tertinggi. Jenis-jenis tumbuhan yang tergolong dalam kelas ini dapat dikenal berdasarkan ciri-ciri berikut. Ciri morfologi : berupa terna, semak atau pohon yang mempunyai sistem akar serabut, batang berkayu atau tidak, biasanya tidak atau tidak banyak bercang-cabang, buku-buku dan ruas-ruas kebanyakan tampak jelas. Daun kebanyakan tunggal, jarang majemuk, bertulang sejajar atau bertulang melengkung, duduknya berseling (mengikuti rumus ½) atau membentuk rozet. Bunga berbilangan 3, kelopak dan mahkota kadang-kadang tidak dapat dibedakan dan merupakan tenda bunga. Buah dengan biji yang mempunyai endosperm, jarang tidak, lembaga mempunyai daun lembaga yang berubah menjadi alat penghisap makanan dari endosperm untuk lembaga sebelum dapat mencari makanan sendiri. Baik akar maupun pucuk lembaga dilindungi oleh suatu sarung ; pelindung akar lembaga disebut koleoriza, sedang pelindung pucuk lembaga dinamakan koleoptil. Pada waktu perkecambahan sarung yang merupakan pelindung tadi akan tertembus oleh organ yang dilindunginya.

Dari segi anatomi, warga Monocotyledoneae mempunyai ciri-ciri : akar mempunyai struktur yang terdiri atas jaringan-jaringan primer saja dengan silinder pusat yang tergolong aktinostele dan endodermis yang pada penampang melintang jelas dapat dibedakan sel-sel yang menebal dan tidak dapat dilalui air serta zat-zat makanan yang terlarut di dalamnya dengan sel-sel yang biasanya berhadapan dengan suatu berkas pembuluh kayu yang dindingnya tidak menebal dan merupakan pintu masuknya air dari bagian luar akar ke dalam berkas-berkas pembuluh pengangkutan. Karena tidak adanya kambium, akar tidak bertambah besar, tidak ada pembentukan jaringan baru, sehingga tetap mempunyai struktur yang primer. Juga dalam batang tidak terdapat kambium, sehingga pada batang pun hanya terdapat jaringan-jaringan primer saja dan setelah batang mencapai ukuran tertentu, batang tidak dapat bertambah besar lagi. Pada penampang melintang batang endodermis tidak tampak dengan nyata, berkas-berkas pembuluh pengangkutannya bersifat kolateral tertutup dan pada penampang melintang batang tadi tampak berserakan, biasanya dari pinggir ke tengah semakin jarang. Silinder pusat dengan berkas-berkas pembuluh pengangkutan yang berserakan itu disebut ataktostele.

D.    Tools and materials

-          Plant organ :

  1. Sporophyta
  2. Spermatophyta
  3. Casuarina excelsa sp.
  4. Suplir
  5. Sketchbook

-          Monocots and dicots tissue

  1. Preparation preserved the roots, stem and leaves families Poaceae
  2. Fabaceae root / stem of grass and legume
  3. Microscope
  4. Distillated water
  5. Glass slide + coverslips
  6. Stain/dye
  7. Forceps
  8. Scalpel/razor/gillete
  9. Pipet/dropper
  10. Blotting/tissue/filter paper

E.     Procedures

-          Plant organ

  1. Draw all the specimen of plant, wich represent the types of ferns, grasses, legumes and Casuarina excelsa sp.
  2. Observe the similarities and differences in the outer shape of plant parts.

-          Monocots and dicots tissues

  1. Make fresh preparations or wet mount by:
    1. Cut (cross sectional slice) a new and old the root or stem parts as thin as possible using a scalpel or razor.
    2. Place the slice in a watch glass and stain it with a drop of dye for observation object more clearly.
    3. Remove the specimen on to a microscope slide and cover with cover slide.
    4. Place under microscope to examine, starting with weak magnification.
    5. Observe/examine tissue types that make up these organ.
    6. Draw and give notes.

F.     Result

  1. a.      Plant organ
Fern Monocot Dicot Gimnosperm
Name in common suplir Jagung Kacang tanah Cemara
Name in latin (species) Adiantum trapeziforme Zea mays Arachis hypogaea L. Casuarina excelsa sp.
1 Root serabut Serabut Tunggang serabut
2 Stem Bercabang-cabang Beruas-ruas Tidak berkayu, tegak berkayu
3 Leaf Oval atau cenderung membulat Berbentuk pita memanjang Berbentuk oval, ujung meruncing Berbentuk jarum
4 Flower - - - -
5 Fruit - - - -
6 Seed - - - -

b.      Monocot and dicotyl

Preparat Jenis tumbuhan Kenampakan di mikroskop
1 Preparat awetan akar jagung Monokotil
2 Preparat awetan batang jagung Monokotil
3 Preparat segar batang jagung Monokotil
4 Preparat segar batang orog-orog Dikotil
5 Preparat awetan daun Ficus el Dikotil
6 Preparat awetan akar  Helianthus Dikotil
7 Preparat awetan batang Hibiscus Dikotil

G.    Discuss

a.      Plant Organ

Pada percobaan Biologi yang kami lakukan pada tanggal 4 maret 2011 mengenai Plant Organ yang bertempat di Green House dan bertujuan untuk mengamati bagian-bagian tumbuhan dari sporophyta, kacang-kacangan dan cemara beserta persamaan dan perbedaan dari bagian-bagian tumbuhan tersebut. Percobaan yang kami lakukan membutuhkan beberapa alat dan bahan yang dapat digunakan untuk memperlancar jalannya praktikum diantaranya adalah sporophytaberupa suplir, spermatophyta yang terbagi menjadi angiosperma dan gymnosperma. Pada angiospermae kami menggunakan jagung sebagai monokotil dan kacang tanah sebagai dicotyl. Sedangkan pada gymnospermae kami menggunakan cemara.

  • Cemara

Divisi: Spermatophyta

Sub Divisi : Gymnospermae

Kelas : Coniferae

Bangsa : Araucariales

Famili : Araucariaceae

Genus: Araucaria

Spesies: Araucaria heteropylla (Salisb.) Franco.

Nama daerah: Cemara Norfolk (Indonesia)

Cemara Norfolk atau dalam bahasa Latin dikenal dengan nama Araucaria heteropylla (Salisb.) Franco., termasuk famili Araucariaceae; berasal dari kepulauan Norfolk, New Zealand. Di Indonesia tanaman ini dikenal dengan nama Cemara Norfolk .

Cemara Norfolk termasuk jenis tanaman pohon besar, ketinggiannya dapat mencapai 60 meter. Pada tanaman yang muda, susunan cabang-cabang dan ranting-rantingnya teratur rapi. Cabang-cabang dan ranting-ranting menyerupai daun, berbentuk seperti jarum-jarum yang tumpul. Bunganya memiliki benang sari banyak. Buahnya berbentuk runjung, buah yang sudah besar dapat berdiameter 10-13 cm (Suryowinoto, 1997).

  • Jagung

Kingdom         : plantae

Subkingdom    : tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)

Super divisi     : spermatophyta (menghasilkan  biji)

Divisi               : magnoliophyta (tumbuhan berbunga)

Kelas               : liliopsida (monokotil)

Subkelas                      : commelinidae

Ordo                : poales

Famili              : poacheae (suku rumput-rumputan)

Genus              : zea

Spesies                        : zea mays .L

Batang jagung

Akar jagung

Daun Jagung

  • Kacang tanah

Kingdom : plantae

Sub kingdom : tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)

Superdivisi : spermatophyta (menghasilkan biji)

Divisi : magnoliophyta (tumbuhan berbunga)

Kelas : magnoliopsida (dikotil)

Subkelas : rosidae

Ordo : fabales

Famili : fabacheae (suku plong-polongan)

Genus : arachis

Spesies : arachis hypogaea .L

-          Daun kacang tanah

-      Akar kacang tanah

-          Batang kacang tanah

  • Suplier

Berdasarkan observasi yang kami lakukan, pada pohon cemara terdapat tiga bagian yang dapat kami amati, yang diantaranya adalah akar, batang dan daun. Pada bagian  akar pohon cemara (Casuarina excelsa sp), kami mendapati akarnya berupa akar serabut. Tetapi dalam literatur yang kami baca, akar dari pohon cemara adalah tunggang. Hal ini disebabkan karena adanya percobaan untuk mengembangkan pohon cemara melalui proses vegetatif buatan yang berupa pencangkokan. Hal ini dapat ditegaskan oleh bapak petugas penjaga green house. Menurut literatur yang kami dapat, akar tunggang merupakan akar yang berasal dari perkembangan akar primer biji yang berkecambah. Sedangkan pada tumbuhan cemara yang kami amati merupakan tumbuhan hasil dari proses pencangkokan, atau dengan kata lain tumbuhan cemara tersebut bukanlah tumbuhan yang berasal dari perkembangan biji. Sehingga akarnya bukanlah akar tunggang namun disebut sebagai akar adfentif yaitu akar yang tumbuh disetiap bagian tubuh tanaman dan bukan akar primer, dalam hal ini akar adfentif tersebut tumbuh dari bagian tubuh tumbuhan yang berupa batang.Pada bagian batang tubuh tumbuhan cemara, kami mendapati tidak adanya cabang. Tetapi kami hanya memperoleh data bahwa pada cemara memiliki batang yang tegak menjulang keatas. Pada setiap sisi batang, terdapat daun yang berbentuk jarum dan berwarna coklat.

Kemudian pada bagian daun, kami mendapati bahwa daun pada pohon cemara berbentuk jarum. Pada bagian ini daun berwarna hijau.

Pada pengamatan kali ini, kami tidak menemukan adanya bunga, buah  dan biji. Hal ini dimungkinkan karena pada saat pengamatan pohon cemara tersebut tidak dalam masa perkembangbiakan.

Untuk pengamatan yang selanjutnya kami menggunakan objek berupa tanaman jagung yang dikelompokan kedalam golongan monokotil. Dari proses observasi diperoleh hasil bahwa akar tanaman jagung berupa akar serabut. Selanjutnya, pada batang jagung beruas-ruas berbentuk lurus tegak menjulang keatas dan tidak mempunyai cabang. Disekitar batang, terdapat daun yang memeluk batangnya. Pada bagian daun berbentuk pita memanjang dengan tepi daun rata dan ujung daunnya meruncing, berwarna hijau dan terdapat bulu diseluruh daun tanaman jagung serta memiliki bentuk tuang daun yang sejajar atau lurus. Selanjutnya, untuk bagian biji, buah dan bunga, pada obeservasi ini kami tidak menemukan karena setelah kami telaah lebih dalam dengan menanyakan kepada sang pemiliknya ternyata tanaman jagung masih berusia kurang lebih 1 bulan dan belum berbunga.

Pada tanaman kacang tanah, memiliki akar yang berbentuk tunggang dan ditemukan adanya bintil-bintil akar, bintil-bintil pada akar tersebut berfungsi sebagai pengikat nitrogen. Selanjutnya, kacang tanah memiliki daun tunggal yang berbentuk oval dengan ujung daunnya meruncing. Sistem pertulangan daun dari kacang tanah menyirip dengan permukaan daun halus. Batangnya tidak berkayu dan tegak.

Pada tanaman suplir, akar dari tumbuhan ini adalah akar serabut. Menurut literatur yang kami dapat akar tersebut merupakan rimpang tegak, yang akarsejatinya semakin menaik atau memanjat. Akar berupa rhizome beruaspendek yang muncul akar-akar berupa serabut. Pada ujung akardilindungi oleh kaliptra atau tudung akar. Di belakang kaliptra terdapattitik tumbuh berupa sebuah sel yang berbentuk bidang empat, yangkearah luar membentuk sel-sel kaliptra, sedangkan jika menuju kearahdalam membentuk sel-sel akar.

Batang tanaman suplir berwarna hitam, keras seperti lididan tegak. Batangbercabang-cabang, menurut literatur batang tanaman suplir berupa tongkat (rhizome) yang terdapat banyakdaun. Susunan anatomi batangterdiri dari epidermis, korteks dan stele. Pada ujung batang terdapatjaringan meristematik yang membentuk akar dan batang.Daun dari tanaman suplir sendiri berbentuk oval atau membulat dengan ujungnya yang meruncing.

Pada pengamatan yang kami lakukan, spora suplir berada di permukaan bawah daun dan berada disepanjang tepi daun. Dari literatur yang diperoleh, disebutkan bahwa spora terbentuk di dalam kotak spora atau sporangium sebagai alat reproduksinya yang terkumpul dalam sorus. Sorus yang bentuknya bermacam-macam dan dilindungi selaput yang disebut insidium yang terletak pada tepi daun yang terlipat ke bawah dan mempunyai annulus sebagai mekanisme pengeluaran spora. Sorus yang masih muda terlindung oleh selaput indusium. Suplir mempunyai sorus bangun ginjal, jorong atau bangun garis, terletak pada tepi daun yang terlipat ke bawah berfungsi sebagai indisium.

  1. b.      Monocot and dicotyl tissue

Percobaan ini kami lakukan pada tanggal 8 Maret 2011 pukul 09.17 WIB yang bertempat di laboratorium biologi. Pada praktikum ini kami mengamati 2 macam preparat yaitu preparat segar dan preparat awetan. Pada preparat segar kami menggunakan irisan melintang batang, akar tanaman jagung dan orok-orok. Kemudian pada preparat awetan, kami menggunakan preparat batang ficus el, helianthus young root, batang hibiscus, serta akar dan batang jagung awetan.

xylem

Preparat akar jagung awetan (40x)

Jagung memiliki klasifikasi Ilmiah sebagai berikut :

Kerajaan          :Plantae

Divisio             :Angiospermae

Kelas               :Monocotyledon

Ordo                :Poales

Famila             :Poaceae/Gramineae

Genus              :Zea

Spesies                        :Zea mays

Pada pengamatan anatomi akar jagung awetan, dipergunakan mikoroskop dengan perbesaran lensa objektif 40x. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada preparat awetan akar jagung ditemukan jaringan-jaringan sebagai berikut, xylem, floem, endodermis

Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari dalam tanah menuju daun. Floem berfungsi untuk mengangkut zat-zat hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh.Endodermis, yaitu terdiri atas selapis sel, kebanyakan sel-sel ini berdinding tebaldengan berlapiskan zat gabus. Endodermis mengatur masuk keluarnya bahan kedan dari akar.

Menurut literatur struktur umum dari bagian luar ke dalam: epidermis (pada akar muda,jika tua digantikan oleh peridermis berupa jaringan gabus),kadang dijumpai hypodermis sebagai derivate epidermis,parenkim korteks,selapis sel endodermis, stele dan berkas pembuluh.

Floem dan xylem pada monokotil terletak tersebar dan floem berada lingkaran luar dari lingkaran xylem dan perkembangan pertumbuhannya tidak berkembang hingga ke tengah-tengah lingkaran pusat akar sehingga pada lingkaran pusat dijumpai parenkim empulur.

  1. preparat batang jagung (40x)

-          preparat awetan batang jagung

xylem

-          Preparat segar batang jagung (40x)

xylem

Kingdom         : plantae

Subkingdom    : tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)

Super divisi     : spermatophyta (menghasilkan  biji)

Divisi               : magnoliophyta (tumbuhan berbunga)

Kelas               : liliopsida (monokotil)

Subkelas          : commelinidae

Ordo                : poales

Famili              : poacheae (suku rumput-rumputan)

Genus              : zea

Spesies                        : zea mays .L

Pada preparat awetan batang jagung dan preparat segar batang jagung, ditemukan jaringan-jaringan yang sama yaitu xylem, floem dan korteks.

Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim.

Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari dalam tanah menuju daun. Floem berfungsi untuk mengangkut zat-zat hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh.

Dalam literatur disebutkan secara umum batang tersusun atas epidermis yang berkutikula dan kadang terdapat stomata,system jaringan dasar berupa korteks dan empulur,dan jaringan pengangkut (xylem dan floem).Untuk jaringan pengangkut tersusun dalam berkas-berkas dan tersebar di seluruh permukaan batang.Di antara berkas-berkas pengangkut tersebut dikelilingi oleh jaringan parenkim. Daerah parenkim kortek banyak ditemukan variasi sel parenkim baik sebagai parenkim penimbun, sel batu ataupun parenkim kelenjar. Sel dan kelenjar minyak, sel dan ruang lendir, benda-benda ergastik banyak ditemukan di daerah kortek ini. Sel sklerenkim (serabut) dan sel sklereida (sel batu)

  1. Preparat batang orok-orok segar

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus: Crotalaria

Ciri utama tumbuhan yang termasuk suku kacang-kacangan diantaranya adalah bunganya tampak berbentuk kupu-kupu, sehingga disebut juga sebagai tumbuhan bunga kupu-kupu. Perhiasan bunga (mahkota) terdiri dari satu lembar yang besar disebut bendera, dua helai dikiri kananya disebut sayap dan dua helai berukuran lebih kecil dan saling melekat membentuk bagian yang disebut lunas. Benang sari berjumlah sepuluh dan terbagi ke dalam 2 bagian sembilan helai saling melekat membentuk satu berkas yang sehelai lagi terpisah. Putik terletak di atas dasar bunga. Buah yang dihasilkan berupa buah polong yang akan terpecah bila keadaan kering. Disamping itu akar tumbuhan suku ini mempunyai bintil akar tempat hidup bakteri yang bersimbiosis dengan akar tanaman tersebut untuk mengikat nitrogen bebas dari udara.

Pada pengamatan menggunakan mikroskop dengan perbesaran 40x lensa objektif, ditemukan pada batang tumbuhan orok-orok terdapat jaringan-jaringan xilem, floem dan korteks.

Korteks terdiri dari sel besar berdinding tipis (parenkim) dengan banyak ruang antar sel, dan mungkin memiliki pita skelerenkim di bagian luar.Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari dalam tanah menuju daun. Floem berfungsi untuk mengangkut zat-zat hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh.

  1. Preparat Ficus e

Habitus:Pohon, Batang : berkayu, daun : tunggal, akar : tunggang, pada hasil pengamatan menggunakan mikroskop terdapat jaringan spoon atau jaringan bunga karang, jaringan epidermis, xilem, floem, dan stomata.

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Dilleniidae
Ordo: Urticales
Famili: Moraceae (suku nangka-nangkaan)
Genus: Ficus

Pada daun tumbuhan ficus ditemukan jaringan-jaringan seperti jaringan bunga karang, epidermis atas, epidermis bawah,  xilem, floem, jaringan palisade dan stomata.

Epidermis atas terdiri dari satu lapis sel, berbentuk persegi, dinding terluarnya ditutupi oleh kutikula, dan tidak mengandung kloroplas, ditemukan pula adanya stomata. Jaringan Palisade terletak persis di bawah epidermis atas dan terdiri dari satu atau lebih lapisan yang agak sempit, sel – sel berdinding tipis yang sangat berdekatan, sel – sel persegi memanjang ke arah epidermis. Masing – masing sel terdiri dari banyak kloroplas. Ada system yang telah terbentuk dari ruang antar sel melalui jaringan ini. Jaringan bunga karang (spongy mesophyll) terdiri dari sel berdinding tipis, longgar, bentuk tidak teratur, dimana banyak ruang antar sel. Kloroplas ada di sel – sel ini, tapi dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan sel palisade.Epidermis bawah, serupa dalam struktur permukaan atas, tapi memiliki banyak stomata. Tiap pori stomata terbuka ke arah ruang antar sel besar yang disebut ruang substomata atau cavity.Stomata (mulut daun), yaitu lubang pada lapisan epidermis daun. Sekitar stomata terdapat sel yang berklorofil disebut sel penutup. Stomata berfungsi sebagai tempat masuknya CO2 dan keluarnya O2 sewaktu berf

Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari dalam tanah menuju daun. Floem berfungsi untuk mengangkut zat-zat hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh

  1. preparat awetan Helianthus

Tanaman helianthus termasuk kedalam Kerajaan : Plantae, Divisio : Magnoliophyta, Kelas : Magnoliophyta, Ordo : Asterales, Familia : Asteraceae (Compositae)., Genus : Helianthus,Spesies : Helianthus annuus

Tanaman ini merupakan tanaman perdu. Herba anual (umumya pendek, kurang dari setahun), tegak, berbulu, tinggi 1 – 3 m. Termasuk tanaman berbatang basah (herbaceus), daun tunggal berbentuk jantung sepanjang 15 sentimeter panjang dan 12 sentimeter lebar dengan gagang daunnya yang panjang kemas tersusun pada batang pokoknya yang keras dan berbulu. Pokoknya setinggi 90 – 350 cm, berbatang kecil, berbulu kasar dan hampir tidak bercabang.
Kepala bunga yang besar (inflorescence) dengan diameter bunga dapat sampai 30 cm, dengan mahkota berbentuk pita disepanjang tepi cawan dengan ukuran melintang antara 10 hingga 15 sentimeter, berwarna kuning, dan di tengahnya terdapat bunga – bunga yang kecil berbentuk tabung, warnanya coklat. Bila dibuahi, bunga-bunga kecil ini menjadi biji – bijinya yang berwarna hitam bergaris – garis putih itu berkumpul di dalam cawan. Bila sudah matang, biji – biji ini mudah dilepaskan dari cawannya. Bunga Matahari dikenal tumbuh ke arah matahari, perilaku ini dikenal dengan istilah heliotropik. Pada malam hari, bunga itu tertunduk ke bawah.

Pada pengamatan yang dilakukan, diperoleh bahwa pada batang Helianthus memiliki jaringan berupa endodermis, korteks, xylem, floem dan perisikel.

Korteks akar menempati sebagian besar akar. Terdiri beberapa lapis, di dalam korteks terdapat ruang antar sel yang memanjang sepanjang akar yang berguna untuk pertukaran zat, korteks juga berfungsi sebagai tempat cadang makanan. Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim. Sel korteks yang paling dalam tersusun rapat tanpa ruang antar sel dan terdiri atas sel-sel berbentuk kotak, disebut lapisan endodermis. Sel-sel endodermis mengalami penebalan suberin pada dinding-dinding radial dan vertikalnya sehingga membentuk semacam pita. Pita ini disebut pita caspary, sesuai dengan nama penemunya, Caspary. Endodermis mengatur masuk keluarnya bahan ke dan dari akar. perisikel tersusun atas sel-sel parenki berdinding tipis dan mempunyai potensi meristematik, sehingga sering disebut sebagai perikambium. Peranan perisikel terutama sebagai awal terbentuknya cabang akar tempat terjadinya kambium vaskuler, kambium gabus dan berperan dalam proses penebalan akar

Jaringan pembuluh tersusun atas jaringan xilem dan floem yang tersusun berselang-seling pada bidang radial. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral daridalam tanah menuju daun. Floem berfungsiuntuk mengangkut zat-zat hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh.

  1. Preparat hibiscus stem

Klasifikasi Hibiscus

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Dilleniidae
Ordo: Malvales
Famili: Malvaceae (suku kapas-kapasan)
Genus: Hibiscus

Hibitus : Perdu, tahunan, tegak, tinggi ± 3 m.
Batang : Bulat, berkayu, keras, diameter ± 9 cm, masih muda ungu setelah tua putih kotor.
Daun : Tunggal, tepi beringgit, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 10-16 cm, lebar 5-11 cm, hijau muda, hijau.
Bunga : Tunggal, bentuk terompet, di ketiak daun, kelopak bentuk lonceng, berbagi lima, hijau kekuningan, mahkota terdiri dari lima belas sampai dua puluh daun mahkota, merah muda, benang sari banyak, tangkai sari merah, kepala sari kuning, putik bentuk tabung, merah.
Buah : Kecil, lonjong, diameter ± 4 mm, masih muda putih setelah tua coklat.
Biji : Pipih, putih.
Akar : Tunggang, coklat muda.

Pada penampang batang hibiscus menunjukkan adanya jaringan xilem, floem, kambium, dan korteks.

Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari dalam tanah menuju daun. Floem berfungsi untuk mengangkut zat-zat hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh.

Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim.  Terdiri dari sel besar berdinding tipis (parenkim) dengan banyak ruang antar sel, dan mungkin memiliki pita skelerenkim di bagian luar.Kambium merupakan jaringan Meristem Sekunder pada tanaman Dikotil yang berperan penting dalam membesarnya organ

J.      Question

-          Plant organ

  1. Are pines monocots or dicots?

Pines are dicots plant

  1. Do all dicots produce flowers?

Yes they do.

  1. If monocots don’t have wood, then what supports palm tress?

-          Monocots and dicots tissues

  1. Where the vascular tissues locate in root?

Vascular tissues in root locate in stele

  1. Where is the ground tissue sistem located in a (dicots) stem?

Ground tissues sistem in dicots stem are locate in cortex

  1. What the type of tissue are the veins in leaves?
  1. Potatoes are contain food in the form of starch, wich ground tissues are you eating when you eat mashed potato potato?

Ground tissues that contain of starch are parenchyme tissues.

  1. Which grouund tissue is a major component of the blades of spinach leaves?

The major component of the blades of spinach leaves is

  1. Which ground tissues makes the cells of an nut hard?

Entri Lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.