A.  PROFESSIONAL DEVELOPMENT THROUGH INSERVICE COURSES, WORKSHOP, AND GRADUATE WORK

 

Programs offered within the school setting can contribute significantly to the professional growth and development of both experienced and inexperienced. These program can take many forms, such as workshops, credit and non credit graduate courses taught by university or college by professors, or workshops and seminars conducted by science teachers or by an expert in the field of interest. These activities are generally offered because the science teachers of a school or a school system have indicated a need for them. For programs to be effective, they must have a purpose, they must be needed, and they must be well planned and organized.

Dalam sekolah disarankan program untuk menambah pertumbuhan dan perkembangan professional baik untuk guru yang berpengalaman maupun guru yang kurang berpengalaman. Program tersebut dapat ditempuh dengan berbagai cara, seperti workshop, kredit dan non kredit pada kursus lanjutan yang diajar oleh universitas atau professor perguruan tinggi, atau workshop dan seminar pendukung oleh guru ipa atau oleh ahli yang menguasai. Kegiatan ini pada umumnya disarankan karena guru ipa di sekolah atau system sekolah terindikasi membutuhkan program tersebut. Agar program tersebut berjalan efektif, maka mereka yang mengikuti harus memiliki tujuan, merasa butuh, dan rencana yang baik dan terorganisir.

 

Inservice Courses and Workshops

Schools often require science teachers to participate in inservice programs that focus on acquainting them with new science curricula, new instructional approaches, or new scientific developments. The courses are usually underwritten by a school district and taught by science teachers, college instructors, or other experts to help improve or expand the science offerings in its  schools. Some courses are offered to train teachers to implement a new curriculum. A case point is the current interest in including science, technology, and society (STS) in the science curriculum. Teachers must first learn new content and specific skill and techniques before they can introduce STS content in their courses. As mentioned earlier, there are also the new initiatives to reform science education in the United States. Project 2061 and the Scope, Sequence and Coordination Project are expected to be driving forces to reform the teaching of science in our schools. Teachers can learn about these programs through inservice courses and workshops within the school setting.

Banyak sekolah yang mengharuskan guru ipa untuk mengikuti program inservis yang mempelajari atau memperkenalkan kurikulum baru, pendekatan pembelajaran, atau perkembangan ilmiah baru. Pelatihan ini biasanya ditanggung oleh daerah sekolah dan diajar oleh guru ipa, instrukur universitas, atau ahli yang dapat mengembangkan atau memperluas pengetahuan di sekolah tersebut. Beberapa pelatihan diberikan kepada guru untuk melaksanakan isi dari program pelatihan mereka atau melaksanakan kurikulum baru. Sekarang ini hal yang menarik yaitu ilmu pengetahuan, teknologi, dan masyarakat (STS) dalam kurikulum ipa. Guru harus mempelajari telebih dahulu tentang isi dan keterampilan khusus serta tekhnik mengajar sebelum mereka memperkenalkan isi STS dalam pelatihan tersebut. Ada juga inisiatif baru untuk memperbaiki pendidikan ilmu pengeahuan di Universitas Negeri. Project 2061 and the Scope, Sequence and Coordination Project diharapkan dapat menjadi pelopor perbaikan cara mengajar ilmu pengetahuan di sekolah. Guru dapat belajar tentang program tersebut melalui pelatihan inservis dan workshop.

The time schedule of inservice courses is usually contingent upon the amount of the time required to accomplish the specified outcomes of the course. They can be offered biweekly, weekly, or monthly, after school hours or on Saturdays. They can run for one month, one semester, or one academic year, depending on what must be accomplished.

Jadwal pelatihan inservis  biasanya tergantung pada jumlah waktu wajib untuk menyelesaikan pelatihan tersebut. Mereka dapat berlatih dua kali dalam seminggu, satu minggu sekali, atau setiap bulan, setelah selesai jam sekolah atau Sabtu. Mereka dapat menempuh dengan waktu satu blan, satu semester, atau satu tahun akademik, tergantung pada seberapa banyak yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan pelatihan tersebut.

Inservice courses taught by university or college professors on yhe school premises are often underwritten by school district as part of its budget. Teachers generally have a need for the particular course and ask the school authorities to make arrangement to have the course offered. These courses may pertain to a specific science content area or methods of science instruction, or they may be organized around field trips to local areas of geological or biological significance.

Pelatihan inservis diajar oleh universitas atau professor perguruan tinggi dengan dasar ditanggung oleh anggaran daerah sekolah. Guru pada umumnya membutuhkan pelatihan dan meminta pada ahli atau yang berkuasa di sekolah untuk membuat rencana untuk  mengadakan pelatihan tersebut. Pelatihan tersebut boleh menyinggung mengenai ilmu khusus, seperti ilmu bumi atau arti ilmu hayat.

Inservic workshops conducted by qualified science teachers or university or college professors are offered to take care of a particular need. Such workshops involve active participation on the part of the teachers who are entrolled. Workshops usually center around a specified project such as developing laboratory activities for a certain science course or developing new science units. In these workshops, teachers generally work together in small groups to produce a particular product. Some workshops center around special projects that are relevant to the school’s science program. Some focus on curriculum development, computer-assisted instruction, laboratory activities, teaching modules, training teachers to implement new instructional units, and discussing social issues and dealing with them in the classroom.

Inservis workshop didukung oleh kecakapan guru ipa atau universitas atau professor perguruan tinggi diberikan untuk mengurus kebutuhan khusus. Beberapa workshop meliputi partisipasi aktif pada guru dalam kegiatan yang diikuti. Workshop  biasanya berpusat pada projek seperti pengembangan kegiatan laboratorium pada pelatihan ilmu pengetahuan khusus atau perkembangan satuan ilmu pengetahuan baru. Beberapa workshop berpusat pada projek yang relevan untuk diterapkan pada program sekolah ipa.  Beberapa focus pada perkembangan kurikulum, computer-assisted instruction, aktivitas laboratorium, modul pembelajaran, pelatihan guru untuk menerapkan instructional units yang baru, mendiskusikan isu social dan menyepakati di kelas.

 

Graduate Work

Schools systems usually require or encourage their teachers to pursue graduate work. An advanced degree is often required to qualify teachers for pay raises, tenure, or promotion. In many instances, school systems will even pay for part or all of the tuition for graduate courses and workshops offered in the school setting or on college campuses by university or college professors.

Sistem sekolah mewajibkan atau menganjurkan guru untuk mengikuti program sekolah lanjutan. Hal tersebut sering digunakan untuk memenuhi syarat kenaikan gaji, kenaikan jabatan. Pada banyak instansi, system sekolah menyamaratakan gaji dan uang kuliah untuk pelatihan lanjutan dan workshop yang diberikan sekolah atau kampus perguruan tinggi oleh universitas atau professor perguruan tinggi.

Inservice courses and workshops taught by college professors in the school setting can usually be used toward a graduate degree. Both beginning and experienced teachers should see the need for and realize the benefits of continued study to enrich their knowledge of science and improve their teaching competence.

Pelatihan inservis dan workshop diajar oleh professor perguruan tinggi di sekolah yang biasanya diperuntukkan bagi tingkat lanjutan. Baik guru pemula maupun guru yang berpengalaman sebaiknya melihat apa yang dibutuhkan dan keuntungan yang nyata dari melanjutkan studi, tidak lain yaitu untuk memperkaya ilmu pengetahuan dan mengembangkan kompetensi mengajar.

Graduate programs reading to advanced degrees for science teachers vary considerably from institution to institution. The individual teacher should be careful to assess which programs can offer teachers an opportunity to extend their present knowledge within a science discipline and expose them to areas with which they have had no previous experience. They can also provide opportunities to learn about new approaches and teaching strategies.

Program lanjutan penting untuk tingkat yang lebih bagi guru ipa dapat merubah dari satu institusi ke institusi lain. Masing-masing guru seharusnya berhati-hati dalam menilai program mana yang cocok dan terbaik yang mereka butuhkan. Program tersebut diberikan kepada guru yang mempunyai kesempatan untuk memperpanjang pengetahuan sekarang ini dalam disiplin ilmu yaitu untuk menyingkap mereka ke area yang mereka belum tahu atau belum berpengalaman sebelumnya. Mereka juga berkesempatan untuk belajar tentang pendekatan baru dan strategi pembelajaran.

 

B.   PROFESSIONAL ORGANIZATIONS FOR SCIENCE TEACHERS

1.      National Professional Organizations

There are several national organizations for science teachers in the United States. Some of the larger organizations are the National Science Teachers Association, the American Association for the Advancement of Science, the National Association of Geology Teachers. The National Science Teachers Association is organized to represent all science teachers-secondary, middle, and elementary teachers-regardless of science discipline. It publishes journals for teachers interested in elementary, middle, and secondary school science teaching. The other organizations mentioned are for teachers who are interested in a specific science discipline, such as biology, chemistry, geology (earth science), or physics. Each organization publishes a professional journal that contain up-to-date  development in a specific science area as well as methods and materials and new approaches in teaching a particular science discipline. Other national organizations are intended for those involved or interested in research in science education. Organizations such as the National Association for Research in Science teaching and the Association for the Education of Teachers of Science publish professional journals that report the results of research in the area of science education.

Terdapat beberapa organisasi nasional untuk Guru IPA di United States. Beberapa dari banyaknya organisasi antara lain asosiasi nasional Guru IPA, Amerika asosiasi untuk memajukan Guru IPA, asosiasi nasional dari guru ilmu bumi. Asosiasi Guru IPA nasional disusun untuk mewakili semua Guru IPA SMA, SMP, dan SD. Organisasi lainnya menyebutkan terdapat organisasi untuk guru dengan  spesifikasi displine IPA, seperti biologi, kimia, geologi (ilmu bumi), atau fisika. Setiap organisasi menerbitkan sebuah jurnal professional yang berisi perkembangan IPA baik dari metode ataupun materi dan pendekatan-pendekatan baru didalam mengajar khusus spesikasi IPA tertentu. Organisasi nasional lainnya bermaksud untuk meliputi dan  tertarik pada penelitian di pendidikan IPA. Organisasi itu seperti  asosiasi nasional untuk penelitian mengajar IPA dan asosisasi untuk pendidikan guru penerbit jurnal professional yang merupakan hasil penelitian wilayah dari pendidikan IPA.

2.      Statewide Professional Organizations

Most states, if not all, have organizations for science teachers that publish journals containing information on science and science education. Many publish newsletters informing science teachers about inservice courses and workshops offered by state school districts or courses offered during the summer or academic year at colleges and universities in that state. They inform teachers about new classroom ideas, new resources for science teachers, and events of current interest. The newsletters also contain new statewide policies regarding certification in science and change in the science curriculum.

Banyak Negara bagian, jika tidak semua, memiliki organisasi untuk Guru IPA yang menerbitkan jurnal yang mengandung informasi tentang IPA dan Pendidikan IPA. Banyak menerbitkan lembaran yang menginformasikan tentang inservice kursus dan lokakarya yang ditawarkan oleh wilayah sekolah dari Negara bagian atau kursus yang ditawarkan selama musim panas atau pelatihan tahunan di perguruan tinggin di Negara bagian tersebut. Mereka menginformasikan tentang ide-ide kelas baru, sumber-sumber baru untuk Guru IPA, dan acara-acara yang menarik. Lembaran juga mengandung kebijakan daerah tentang serifikasi di IPA dan perubahan tentang kurikulum IPA.

Some organizations have statewide meetings that are as well organized as the meetings of national professional organizations. The meetings include guest speakers of note, forums, discussion sessions, workshops, book display by publishing houses, and software and hardware displays by the companies that supply them. Science teachers can present papers regarding research in science teaching, new techniques, new ideas, and new approaches in teaching science.

Beberapa organisasi memiliki rapat daerah atau Negara bagian masing-masing yang terorganisir seperti rapat pada asosiasi professional nasional. Rapat termasuk narasumber, forum, sesi diskusi, lokakarya, pameran buku yang diterbitkan rumah produksi, dan pameran perangkat lunak dan perangkat keras dari perusahaan yang mensponsori mereka. Guru IPA dapat mempersembahkan papers mengenai penelitian di bidang pengajaran IPA, teknik baru, ide baru, dan pendekatan-pendekatan baru dalam mengajarkan IPA.

Some state organizations feature local meetings that meet periodically during the school year. Usually teachers in the local area plan programs around a particular theme or interest. Many state organizations are affiliated with the National Science Teachers Association.

Beberapa organisasi dinegara bagian memiliki rapat local  yang pertemuannya diadakan secara rutin selama satu tahun sekolah. Biasanya guru memiliki program local sekitar tentang tema khusus atau hal lain yang menarik. Banyak organisasi Negara bagian ini bergabung dengan asosiasi nguru nasional.

3.      Local Professional Organizations for Science Teachers

It is not uncommon for urban science teachers to form clubs or other organizations based on their interest or science discipline. Some school districts with great number of science teachers may have a strong active organization, which is highly respected by districts administrators and consequently has an important voices in matters that concern the teaching of science in that districts. Such organizations can help resolve problems, improve science curricula, improve science instruction, provide resources for teachers, in general serve as a place where teaches can obtain feedback on individual  ideas and interest. The inexperienced teacher is well advised to participate in the activities of such organizations, as they present excellent opportunities to become acquainted and associated with more experienced science teachers.

Tidak jarang untuk Guru IPA dikota membentuk klub atau organisasi lain yang berdasarkan pada minat atau displin ilmu mereka. beberapa daerah sekolah dengan jumlah guru yang besar memilki kemampuan aktif organisasi yang kuat dengan penghormatan yang tinggi oleh administrator daerah dan suara penting yang konsekuen pada materi yang berfokus pada pengajaran guru ipa didaerahnya. Beberapa organisasi dapat membantu menyelesaikan masalah, meningkatkan instruksi IPA, menyediakan sumber-sumber untuk guru-guru. Didalam pelayanan umum seperti tempat dimana guru mendapatkan timbale balik di dalam ide-ide individual dan minantnya. Guru-guru yang tidak berpengalaman dapat berpartisipasi dalam banyak kegiatan sepert organisasi, sehingga mereka dapat menunjukan kesempatan yang untuk menjadi dikenal dan asosiasi dengan pengalaman yang lebih tentang guru IPA.

Teachers from rural districts can also form clubs or other organizations for science teachers. In order to provide a suitable critical mass to be effective, teachers from a number of nearby rural districts can form active professional organizations that provide the same benefits to science teachers as do groups in urban settings.

Guru dari pedesaan juga membentuk klub atau organisasi lainnya untuk guru IPA. Supaya dapat menyediakan massa kritis yang efektif, guru dari sejumlah daerah tetangga desa dapat membentuk organisasi professional yang menyediakan keuntungan yang sama untuk Guru IPA seperti melakukan kelompok didalam pengaturan pedesaan.

Local science teachers organizations should be encouraged. It is through such organizations that coherent and effective secondary and middle school science curricula can be developed and implemented. If organizations does not exist in an area or community in which beginning science teachers are employed, it is highly recommended that one organized.

Organisasi lokal Guru IPA seharusnya dapat memberikan semangat. Ini melalui beberapa organisasi yang koheren dan efektif untuk program SMA dan SMP  yang dapat dikembang dan diimplementasikan. Jika organisasi ini tidak dapat bertahan didaerahnnya atau komunitas dengan memperkerjakan guru IPA , ini merupakan yang yang sangant direkomendasi untuk mengoraganisir itu.

 4.      Writing for Publication

Although national and regional meetings of professional organizations provide an excellent forum for exchange of teaching ideas, such meetings are not frequent enough during the year to provide continual contact with other science teachers. Therefore, it is through the publications of professional organizations that teachers are able to communicate.

Walaupun nasional dan rapat regional dari organisasi professional menyediakan forum yang sangat baik untuk pertukaran  ide mengajar, seperti rapat yang tidak memilki frekuensi yang cukup selama setahun untuk menyediakan komunikasi yang sering antara guru IPA satu sama lain. Walaupun begitu, publikasi dar oraganisasi professional guru dapat menjadi alat komunikasi.

Science teachers should be encouraged to write for professional journals. This activity can help teachers improve their ability to communicate and express ideas. In addition, such contributions are the most convenient way to exchange ideas with other science teachers.

Guru IPA seharusnya terdorong untuk menulis jurnal professional. Kegiatan ini dapat membantu guru meningkatkan kemampuan berkomnikasi dan mengekspresikan ide-idenya. Dikegiatan tambahan, seperti kontribusi banyak cara yang cukup untuk bertukar ide anatara Guru IPA yang satu dengan yang lainnya.

Directions for submitting manuscripts to a professionals journal can generally be found in any issue of the journal. Each journal has a specifics requirements for drawings, diagrams, and number and size of photographs. If specifics regarding format are not available in the journal, they can be obtained by requesting them from the journal editor.

Arah untuk penyerahan naskah dari jurnal professional secara umum dapat ditemukan di beberapa isu dari jurnal. Setiap jurnal memiliki tuntunan untuk mengambar-gambar, membuat diagram-diagram, dan jumlah dan ukuran dari fotografi. Jika spesikasi tentang aturan tidak tesedia didalam jurnal, mereka dapat mengirim jurnal tersebut kepada pengedit jurnal.

Iklan